Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts
Sebentar lagi liburan akhir tahun tiba, nah bagi teman-teman yang hobi survival atau kamping, di Bukittinggi sudah ada jasa sewa kamping dengan harga bersahabat. Tepatnya di jalan Bukittinggi Maninjau, atau di kawasan Ngarai Sianok. 


Disana di sewakan beragam peralatan kamping seperti tenda dan matras. Untuk harga sewa tenda dome isi empat orang cukup dibayar Rp50.000 satu hari sedangkan matras Rp10000. Nah, murahkan?

Peralatan kamping yang anda sewa, bisa dibawa kemana saja dengan syarat menitipkan fotocopy dukumen pribadi seperti KTP dan SIM.


Semantara total biaya kamping, anda cukup menyediakan uang Rp150.000 dan itu sudah masuk biaya konsumsi anda selama satu hari.

Selain Singgalang dan Marapi, lokasi kamping yang starategis serta aman bagi keluarga anda juga ada di kawasan Ngarai Sianok, Bukittinggi. 

Berikut rincian harga tenda kamping
1.  Tenda dome 4 orang, Rp.50000/hari
2. Tenda dome 10 orang, Rp.150000/hari
3. Tenda dome 2/3 orang Rp. 45.000/hari
4. Tenda dome 2 orang Rp. 40000/hari
5. Tenda pramuka Rp.40000/hari
6. Tenda "A" Rp. 40000/hari
7. Tenda Family tent P 20 Rp. 350.0000/hari
8. Tenda shelter box P 10 Rp.  300.000/hari

https://www.youtube.com/watch?v=iOmouzBmvG8&feature=youtu.be


Riang tak terkira, saat aku bisa berkunjung ke rumah Kerajinan Amai Setia 1915 peninggalan pahlawan nasional Roehana Koeddoes, tepatnya di Koto Gadang Kabupaten Agam, Sumatera Barat.



Rumah Kerajinan yang sudah berusia ratusan tahun ini, masih berdiri kokoh hingga saat ini, bahkan anda bisa melihat aktivitas amai-amai (ibu-ibu) Koto Gadang ini, membuat kerajinan tangan berupa pernak pernik perak, songket serta kerajinan lainnya. 

Sampai aku dirumah sejarah ini, aku langsung disambut dengan baik oleh amai-amai Koto Gadang ini. Sungguh riang sekali hati pada saat itu, ada kesempatan yang sempurna untuk mengulas tentang wartawati pertama di Indonesia itu.

Roehana Koeddoes tidak hanya terkenal dengan kewartawanannya. Ia juga aktivis perempuan dari tanah Minang yang sangat lantang melawan kolonial Belanda. 

Kemudian Roehana Koeddoes memiliki semangat tinggi memperjuangkan hak-hak wanita, salah satu karyanya yaitu mendirikan sekolah bagi wanita di Koto Gadang yang disebut dengan Kerajinan Amai Setia (KAS).

 
Roehana Koeddoes adalah kakak tiri dari Soetan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia yang pertama dan juga mak tuo (bibi) dari penyair terkenal Chairil Anwar. Dia juga sepupu H. Agus Salim.

Roehana Koeddoes lahir pada 20 Desember 1884 di Koto Gadang dan meninggal di Jakarta pada 17 Agustus 1972, di usia 87.







Jujur, 1 November 2019. Tepat diusiaku ke 27 tahun, ini lah moment pertama kali aku mengunjungi Kelok Sembilan di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Padahal objek wisata yang paling menarik di kunjungi, hanya berjarak 55 Km dari kota yang aku tempati saat ini (Bukittinggi).

Jalan-jalan ke Kelok Sembilan sudah dari dahulu aku citakan, sayangnya banyak kegiatan dan kurangnya kesempatan, maka jelajah Kelok Sembilan selalu tertunda. Kebutulan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, menggelar Jitu Pasna di Kecamatan Pangkalan, 50 Kota.

 Sekitar 50 orang tim Jitu Pasna berkunjung ke Pangkalan untuk mensurvey pasca bencana alam melanda daerah tersebut. Usai mengabil absen kebarangkan, aku duduk dibangku bagian tengah. Sementara di belakang saya ada jurnalis dari Okezone.com.

Nuasan perjalanan dari Bukittinggi ke 50 Kota memang benar aku nikmati, karena ini hal pertama bagi ku. Dari Bukittinggi, kami melewati Kecamatan Baso Agam, Kota Payakumbuh. Kemudian baru masuk ke Kabupaten 50 Kota. Tak lama setelah itu barulah kami sampai di Kelok Sembilan. 
 

Sangat terasa cepat, karena  mata kami dimanjakan keindahan kawasan Geopark Nasiona, Harau ini dan kami tidak pernah lupa mengabadikan semua kenangan itu.

Sekilas Kelok Sembilan

Kelok Sembilan adalah ruas jalan berkelok yang terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, Sumatra Barat menuju Provinsi Riau. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong ulu air, Nagari harau/kenagarian persiapan ulu air, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat dan merupakan bagian dari ruas jalan penghubung Lintas Tengah Sumatra dan Pantai Timur Sumatra. Jalan ini memiliki tikungan yang tajam dan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang, dan diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam: Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau. 

 Tiba di Kelok Sembilan

Sampai di Kelok Sembilan, tim Jitu Pasna kelompok dua langsung berhenti sejenak, untuk swafoto. Nah, di Kelok Sembilan juga ada jasa foto dengan harga sangat terjangkau sekali.
Keindahan Kelok Sembilan tidak perli diragukan lagi, bangunan maha dasyhat di Indonesia ini anda harus kunjungi. Selain itu, pesona tebing-tebing di kawasan Kelok Sembilan sangatlah elok dan asri. 





Bicara soal wisata malam di Bukittinggi terdapat dua lokasi yang rekomended banget, salah satunya Kawasan Kampung Cina dan Simpang Stasiun atau tugu Polwan.

Nah, pada perjalanan kalai ini, redaksi sareneh becerita keindahan malam di Kampung Cina sambil menikmati cahaya indah Jembatan Limpapeh. Cahaya indah jembatan Limpapeh memang hanya bisa dinikmati pada malam hari, sementara pada siang hari kita hanya melihat seperti jembatan biasa.

Menikmati secangkir Kopi Bukik Apik, khas Kota Bukittinggi memang menjadi pelengkap yang pas sambil duduk santai di bawah Jembatan Limpapeh.

Jembatan Lipapeh merupakan jembatan penghubung antara Obek Wisata Margasatwa Kinantan dengan Benteng Fort De Kock, yang dibangun pada 1995 lalu.  Jembatan ini sangat ramai lintasi wisatawan sambil melihat keindan Kampung Cina Bukittinggi, atau hanya melintasi ke benteng.

Namun, keindahan jembatan Limpapeh akan indah dilihat pada malam hari. Nah tunggu apa lagi, pesan tiket liburan anda ke Kota Bukittinggi.

Jika anda hobi bermusik dan menikmati munuman hangat lainnya, terdapat banyak kafe bergenre klasik bahkan ada yang berkonsep kafe benua Eropa.


Berikut data cafe yang rekomended di kawasan Kampung Cina Bukittinggi yang di buka pada malam hari.

1. Holic Thai Tea & Coffee
2. Holic Seafood Tea & Coffee
3. Chinase Food Monalisa
4. Soto Padang Acha
5. Tenda Sanjaya Pical  & Seafood
6. Nasi Goreng Oke
7. Nasi Goreng Ajo
8. Ampera & Sate Agam Paris
9.  CK Center
10. Bedudal Cafe
11. Rumah Makan Limpapeh
12. Turret Cafe & Resto
14.Apache Cafe

Bank terdekat di kawasan Kampung Cina dan Jembatan Limpapeh
1. Bank Danamond
2. Bank BRI
3. Bank Mega
4. Bank Nagari
5. Bank Muamalah

Hotel Terdekat di Kampung Cina
1. Hotel Srikandi
2. Hotel Singgalang Indah
3.Hotel Gajahmada
4. Hotel Asia
5. Lima's Hotel
6. Family Benteng
7. Grand Bunda Hotel
8. Rocky Hotel
9. Royal Denay
10. Hotel Hello Guest
11. Hotel Orchid

Semoga bermanfaat bagi pembaca setia sanereh, mohon selalu doa supportnya, wassalam.

Bukittinggi, 15 Agustus 2019.


Pagi itu saya dan istri mengelilingi Aur Kuning Kota Bukittinggi menggunakan sepeda motor Vario. Sekilas saya melihat plank bermerek, Sekolah Alam Bukittinggi. 


Panasaran dengan sekolah tersebut, kamipun mampir. Kemudian kami langsung disambut, seorang guru Sekolah Alam. Kamipun mulai bercerita dengan santai, suasana yang indah membuat kami nyaman disana. Apalagi sekolah ini, berkonsep alam. 

Kiri dan kanan, kita bisa melihat taman bunga yang indah, kemudian atap dan dinding sekolah ini terbuat dari bambu dan daun rumbio. 




Kebutan juga pada saat kami mampir di sekolah Alam Bukittinggi para siswa sedang mengikuti ujian. Kamipun diberi kesempatan untuk melihat proses belajar mengajar yang berlangsung dengan ceriah. 

Sekolah Alam Bukittinggi ini adalah sekolah dengan konsep belajar di ruang terbuka. 

Di Sekolah Alam Bukittinggi saya melihat ada siswa yang berkebutuhan khusus kemudian ada juga siswa yang tidak ingin menempuh pendidikan formal pada umumnya. 

Kota Bukittinggi menyuguhkan beragam keindahan alam, salah satunya Ngarai Sampik yang berada di kawasan Ngarai Sianok, atau tepatnya di Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang.
Selain indah, Ngarai Sampik memiliki kawasan asri dan sangat cocok mengahabiskan waktu berlibur, dari Ngarai Sampik, pengunjung akan di manjakan dengan keunikan tebing-tebing di sepanjang kawasan Ngarai Sianok.

Lokasi Ngarai Sampik, sangat mudah di akses. Jika dari Jam Gadang, hanya memakan waktu 10 menit untuk mengujungi kawasan instagrambel terkece ini. 

Nah, kebutulan saya diundang oleh anggota DPRD Bukittinggi untuk mensurvey Ngarai Sianok nantinya akan dikembang menjadi objek wisata unggulan. 


Ternyata memang benar, sesampai Ngarai Sampik, saya pun terkejut, karena ada syurga yang diabaikan. Nagarai Sampik menurut saya memiliki nilai sangat potensial dalam bidang pariwisata. 

Dilokasi ini bisa dikembangkan menjadi bumi perkemahan, mengingat lokasinya Ngarai Sampik  memiliki kawasan cukup  luas dan asri. 

Selain itu, di Ngarai Sampik ini juga bisa dikembangkan dalam bidang perikanan edukasi. Dimana Ngarai sampik, memiliki sumber air yang banyak dan sangat cocok sekali karena Bukittinggi juga disebut dengan kota pendidikan dan kota wisata.

Tentu pengembangan objek wisata harus banyak yang mendukung, seperti tetuah adat serta tokoh masyarakat. Sehingga mendirikan objek wisata alam, terwujud tidak menyamping nilai sosial yang telah tumbuh dikalangan masyarakat.

Foto ini di ambil pada tahun 2017 di Pulau Keraba Kecil
Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat ini memang tidak diragukan lagi soal wisatanya. Tidak hanya Pantai Carocok menjadi aikon, baru-baru ini muncul wisata yang sangat laur biasa, yaitu Puncak Mande, yang terletak di Tarusan, Kab. Pesisir Selatan (Pessel).

Saat ini kita tidak membahas keindahan Pantai Carocok maupun Puncak Mandenya, Namun penulis lebih membuka selerah baru bagi pencinta wisata.

Sudah pernah mendengar nama Pulau Keraba Kecil, yang  berjarak tiga mil dari pantai Samudera, Surantih, Kec. Sutera, Kab. Pessel. Nah, pulau ini sangat menarik untuk dikunjungi, karena terasa lengakap bahwa pulau ini surganya Penyu Hijau.  Selain itu, pulau yang luas satu hakter ini merupakan, lokasi penampungan penyu dari Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Efrijon petugas Pemberdayaan Penyu Pulau Karaba Kecil mengatakan, sejak 2010 Pemberdayaan Penyu Pulau Karaba Kecil, kurang lebih sudah lepas 40 ribu anak penyu di perairan pantai barat Sumatera Barat. "Untuk 2015 ini mulai berkurang karena belum musim bertelur," jelasnya.

Selain itu, Efrijon mengungkapkan  dari 40 ribu anak penyu yang sudah dilepas, kemungkinan yang bisa bertahan hidup hanya 25 persen, menurutnya hal tersebut disebabkan karena ancaman binatang pemangsa di laut lepas. "Yang hidup mungkin seperempat dari 40 ribu," ujarnya.

Sangat luar biasa sekali, inti wisata ini tidak akan membuat pengunjung kecewa, kerana pulau ini juga tersedia penginapan bagi pengunjung, yang sesuai dengan selera wisatawan pecinta pulau. Terasa sempurna, wisata ini adanya mercusuar dengan ketinggian 30 meter, sangat luar biasa pemandagan di atas sana, karena bisa melihat pulau Sumatera, kususnya Kab. Pessel dari kejauhan tiga mil. Diatas mercusuar kita bisa melihat pulau-pulau kecil Kab. Pessel berjejeran, seperti, Pulau Keraba Besar, Pulau katuang dan pulau-pulau lainnya.

Pantai yang putih dan halus, serta air laut yang jernih memberikan ketenangan hati jika membasahi tubuh ini. Di sebalah barat pulau, terdapat karang tempat bermain ikan, cocok sekali buat lokasi pancing jika malam mencapa pulau indah ini. Hasil pancingan tersebut, lebih nikmat dibakar kemudian dimakan di atas mercusuar tersebut.

Untuk menuju pulau ini, kita cukup membayar bensin masyarakat pantai yang ingin pergi melaut. Biasanya masyarakat tidak meminta dibayar, cuma partisipasi pengunjung saja.

Jika pengunjung dari Padang, setelah sampai di Pasar Surantih, tepatnya di kampung Samudera. Kurang lebih setengah kilo kita sudah di tepi pantai samudera tersebut.

Sedangkan untuk langsung kepulau, kita memakan waktu setengah Jam. Tidak terlalu jauh, karena ditengah perjalan mata kita akan dihiasi pemandangan laut serta ikan lumba-lumba yang akan megiringi perjalanan kita.