Showing posts with label Gudang Ide. Show all posts
Showing posts with label Gudang Ide. Show all posts
Sebentar lagi liburan akhir tahun tiba, nah bagi teman-teman yang hobi survival atau kamping, di Bukittinggi sudah ada jasa sewa kamping dengan harga bersahabat. Tepatnya di jalan Bukittinggi Maninjau, atau di kawasan Ngarai Sianok. 


Disana di sewakan beragam peralatan kamping seperti tenda dan matras. Untuk harga sewa tenda dome isi empat orang cukup dibayar Rp50.000 satu hari sedangkan matras Rp10000. Nah, murahkan?

Peralatan kamping yang anda sewa, bisa dibawa kemana saja dengan syarat menitipkan fotocopy dukumen pribadi seperti KTP dan SIM.


Semantara total biaya kamping, anda cukup menyediakan uang Rp150.000 dan itu sudah masuk biaya konsumsi anda selama satu hari.

Selain Singgalang dan Marapi, lokasi kamping yang starategis serta aman bagi keluarga anda juga ada di kawasan Ngarai Sianok, Bukittinggi. 

Berikut rincian harga tenda kamping
1.  Tenda dome 4 orang, Rp.50000/hari
2. Tenda dome 10 orang, Rp.150000/hari
3. Tenda dome 2/3 orang Rp. 45.000/hari
4. Tenda dome 2 orang Rp. 40000/hari
5. Tenda pramuka Rp.40000/hari
6. Tenda "A" Rp. 40000/hari
7. Tenda Family tent P 20 Rp. 350.0000/hari
8. Tenda shelter box P 10 Rp.  300.000/hari

https://www.youtube.com/watch?v=iOmouzBmvG8&feature=youtu.be


Musibah banjir mamang tidak bisa ditebak kapan akan terjadi. Namun ada banyak cara mengantipasi agar banjir tidak banyak menelan korban dan kerugian. 

Aku dan kelompok dua Tim Jitu Pasna BPBD Sumbar, menyasar Nagari Pangkalan, Kabupaten 50 Kota sebagai lokasi pengkajian pasca bencana. Contohnya, apa  yang dilakukan warga Pangkalan mengantisipasi musibah banjir dan bagaimana cara meminimalis kerugian banjir. 

Dua pertanyaan tersebut langsung kami temukan dari jawaban Nagari Pangkalan, Rifdal Datuak Laksamano, bahwa daerah tersebut diterjang banjir pada tahun 2017. Dimana terdapat enam jorong/desa yang teremdam banjir dengan taksiran ketinggi mencapai 2 sampai 3 meter.

Antipasi terjadinya banjir besar, pemerintah setempat menyediakan lokasi pengunsian di atas bukit. Kemudian masing-masing rumah warga sarankan membuat membuat tempat penyimpanan barang yang tinggi (Puabuang). Selain itu pemerintah setempat juga membuat bronjong disepanjang sungai.

Selain itu, di nagari pangkalan sudah dibentuk Kelompok Siaga Bencana (KSB) di masing-masing jorong. Tentu adanya KSB tersebut, warga setempat sudah dibekali ilmu tentang kebencanaan.

Nah, perjalan singkat aku ke Nagari Pangkalan bisa memberikan pencerahan sedikit tentang kebencanaan serta hal apa yang harus dilakukan disetiap daerah yang rawan bencana. 




Inovasi baru kembali lahir dari tangan anak bangsa Indonesia, salah satunya Anterin. Anterin adalah aplikasi transportasi dan pengiriman atau pengantaran barang, pertama di dunia yang menggunakan metode lelang harga. 

Meskipun baru diluncurkan, Anterin berhasil menarik hati masyarakat Indonesia. Pasalnya aplikasi transportasi ini menyediakan beragam keunikan seperti, menawarkan kebebasan serta menentukan harga dan kualitas suatu layanan pengantaran oleh pengguna jasa Anterin.



Di Kota Bukittinggi, kehadiran Anterin sekitar awal Oktober 2019 lalu, yang telah memberikan nuasanya baru dan cepat ditanggapi warga sekitar. Hingga saat ini, peminat menjadi driver di Anterin sudah mencapai puluhan orang, tentu peluang ini akan menjadi terbaik untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Bukittinggi.

 Menggunakan Anterin di Kota Bukittinggi sangatlah tepat, pasalnya pengguna jasa aplikasi Anterin ini akan cepat, murah dan mudah untuk pergi ke objek wisata di Bukittinggi. Kehadiran Anterin, juga disambut baik oleh Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.

Tunggu apa lagi, silahkan anda mencoba keunikan Anterin yang siap membantu anda disetiap waktu dengan harga terjangkau.

Selain melayani dengan anterin motor, mobil dan  Ekspres, Anterin Truk juga ada lo, anda akan mudah mengirimkan barang lebih banyak lagi. Selain itu anda juga bisa pilih draiver yang super kece yang anda suka. Nah silahkan didownload aplikasinya di google playstore, semoga bermanfaat ya.

Nah bagi yang pengen jadi driver Anterin Bukittinggi, silahkan juga daftarkan diri anda pada dialer Anterin di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Bukittiggi, Sumatera Barat.


Kalau dihitung-hitung, jumlah pekerja teks komersial di Indonesia sangatlah banyak dan kita bisa berkaca dari jumlah media yang ada. Nah, bekerja di media atau berprofesi sebagai jurnalis, pasti memiliki beragam cerita. Mulai dari hobi nulis hingga memang tidak ada lagi perusahaan yang menerima selain sebagai jurnalis.


Nah, saya salah satu jurnalis di Sumatera Barat yang bekerja pada hobi nulis tersebut. Pasca menamatkan pendidikan S1 pada prodi Komunikasi Penyiaran Islam di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang, kemudian dibumbuhi organisasi pers kampus yang bernama LPM Suara Kampus. Semangat dan hobi menulis tumbuh subur di redaksi kecil tersebut. Ada banyak lagi dosen-dosen yang asah dengan tajam kemampuam dalam bidang jurnalistik, seperti pak Doktor Abdullah Khusairi, Inyiak Datuak Syaful Yazan, Pak Yulizal Yunus, Fahrul Rasyid, Emma Yohana, Bang Acil, dan Bapak Almarhum Sutan Zaili Asril. Sebenarnya banyak lagi yang tidak bisa di sebutkan satu persatu.

Dari sana, saya mengasah kemampuan menulis dan jatuh cinta pada sebuah pekerjaan yang mengahabiskan waktu mencari informasi untuk kebutuhan khalayak.

Sedikitnya banyak cerita pahit dan manis dapat dibagikan kepada teman-teman semua melalui blog ini. Pada tahun 2015, saya sempat magang di tvOne pada program Coffee Break yang tayang setiap pukul 10.00 Wib. Kami selalu syuting live di studio 1 tvOne tepatnya di kawasan epecentrum Aburizal Bakrie, Jakarta Selatan.

Meskipun menimbah ilmu hanya beberapa bulan di tvOne, saya mendapatkan banyak ilmu dari senior-senior jurnalis Indonesia, seperti Bang Karni Ilyas dan produser saya, bang, Dendi dan bang Endriko Padapotan serta Bang Eeng.

Pengalaman magang di tvOne, saya aplikasikan sambil bekerja diselah satu tv grup Jawapos di Sumbar, yaitu Padangtv, tepatnya pada tahun 2017. Namun hanya sebentar saja, karena terbentur dengan tugas kuliah.

Kemudian dapat tawaran dari senior saya,  Andri Al Faruqi, Kontributor Tempo dan juga menjabat sebagai Ketua Aji Sumbar, untuk bergabung di Langkan.id, media grup 1001 kumparan.com.

Minggat dari Langkan, saya fokus pada perkuliahan dan berhasil wisuda pada jurusan yang unik tersebut pada April 2018 lalu.

Namun, sebelumnya saya juga pernah bekerja di Koran Padang pada tahun 2015 dan aktif mengisi halaman argumen Kompas Kampus serta halaman expresi pada Koran Padangekspres.

Singkat cerita, tentang perjalan bekerja sebagai jurnalis. Saya aplikasikan ilmu di tv milik negara, he. Namanya semua teman-teman sudah tau, yap. TVRI Sumatera Barat, yang ditugaskan di Kota Bukittinggi hingga sekarang.

Banyak cerita manis saya laporkan sebagai pekerja teks komersial atau pekerja visual komersial, mulai ditimpa badai dan angin puting beliung hingga ikut panas-panasan pada peliputan kebakaran rumah. Hingga tidur enak di hotel, atas apresiasi Novotel Bukittinggi kepada saya, pada peliputan Randang Runtiah khas Payakumbuh.

Selain itu, pengalaman unik dan menyebalkan juga banyak, mulai menunggu narasumber yang sok penjabat tinggi negara yang super lama menunggu, hingga narasumber kocak seperti lain ditanya lain di jawab.

Namun hal tersebut membuat saya semakin asik bekerja dan semakin menjadi jadi, he.
Semantara kisah manis pada tahun 2019, saya yang berkulit hitam manis dan memeliki istri cantik asal Jawa ini, menerima penghargaan dari Polri melalui Polres Bukittinggi. Kado sederhana itu diserahkan langsung oleh Kapolres Bukittinggi, AKBP. Arly Jembar Jumhana, SIK. Pada kesempatan berbahagia itu, teman-teman Jurnalis Bukittinggi, seperti kakanda Yudi, RRI Bukittinggi, Opik, kaba12.com, Yusril dari Haluan. Kemudian ada bang Iwan dari klikpositif, Ulfa dari Posmetro, Roni dari Rakyat Sumbar, Bang Rifa dari Padang Ekspres dan ada Uni Ayu dan Uda Mardi dari Newshanter.com, grup, serta uda Rizky dari pasbana.com.

Nah, banyak juga kan yang menerima penghargaan. Pengahargaan tersebut sebagian kecil kebahagian yang saya terima sebagai jurnalis. Namun sebagian besarnya, tunggu tulisan selanjutnya. Dan mohon doa agar saya sehat  selalu dan bisa berbagi melaui blog sederhana ini.

Pada dasarnya, saya salah seorang yang paling bahagia bekerja pada hobi dan tidak mau berhenti. Mungkin ada yang bilang gaji jurnalis itu kecil, tapi sekecil apapun itu. Saya tidak kusulitan mempersiapan biaya pernikahan dan membiayai rumah tangga saya hingga saat ini.

Sunggu kata Allah SWT, mereka yang berusaha dengan sungguh-sungguh akan menikmati hasil.

So, bekerjalah dimana anda membuat nyaman dan jangan paksakan diri mencari perusahaan besar agar PeDe bekerja atau hanya mencari gaji Gede. Carilah pekerjaan sesuai dengam feshion anda, meskipun gaji memprihatinkan, kenyamanan akan muncul dan membuat bertahan, hingga bisa menabung sedikit demi sedikit dan bisa menikah dengan cepat.

Sekian dulu ya, sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

Wassalamualaikum wr wb.

Bukittinggi, 12 Agustus 2019.
Hoy...sudah ngopi?? Ngopi yuk..ngopi

Ngopi bareng bersama komunitas Kampuang Kito di Hotel Grand Zury Padang
Biar mata sobat pembaca bagun dari kantuknya saat melihat blog yang miskin ini. Baiknya simak kultum (kuliah tujuh menit) ini. Sobat semua sudah melihat bagaimana gaya hidup generasi muda saat ini. Ya akibat pengaruh budaya luar yang kebabalasan, tuh akibatnya genarasi kids zaman now sudah jauh dari harapan bangsa. Teruss...bagaimana donk? Nah, ambo akan ceritain ne, bagaimana tips agar bisa menghidupkan semangat baru generasi muda di sekitar kita. Masalah pertama, kenapa generasi muda disekitar tempat tinggal kita tidak  mau kreatif? Mereka hanya terpaku kepada satu kegiatan. Ya gak apa-apa sich, kalau kegiatan mereka positif. Nah, bagaimana kalau negatif, bisa berabeh kan? 

Mahasiswa terkenal dengan sebutan intelektual. Sayangnya ne, kebanyakkan intelektual itu tidak berfungsi bagi masyarakat di sekitar kampung halamannya, ya hanya sebatas di bangku perkuliahan saja. Kenapa ya? 

Sebenarnya orang disekililing kampung halaman, mau saja mengikuti ide-ide kreatif kita. Sayangnya gaya komunikasi kita  terlihat memberikan pembatas bagi mereka. Ya iyalah mereka gak mau diajak ngopi sambil diskusi. Nah menurut gua ne ya, kita sebagai mahasiswa, coba kita lebih sering berbaur dan mengenal lebih dekat dengan gaya komunikasi meraka. Kemudian baru deh kita kawinin bahasa kita. Agar suasana enak saat diskusi.

Kemudian, kita harus masukin ide-ide yang mudah diterima diterima oleh mereka. Contohnya ne, kabanyakan orang dikampung suka hiburan atau pengen dihibur. Nah, tinggal bingkai saja program sobat dengan acara yang ada hiburan. Gua yakin deh, mereka mau. Langkah selanjutnya, pilih diantara mereka menjadi ketua panitia acara. Kenapa begitu, agar acara tersebut, mereka merasa memiliki. Youps, jangan lupa kamu harus menjadi steering comitee (SC) g'tu. Agar ide acara yang kamu  bisa berjalan dengan baik.

Langkah terakhir ne, sobat harus bikini grup media sosial seperti whatsapp atau groub masengger. Menggunakan grup media sosial, akan memudahkan kita berkomunikasi. 

Yoweslah itu saja, tips dari ambo. Semoga bermanfaatya. Selamat mencoba dan terimakasih telah memapir di blog ambo.